Gagal Fokus Utang Negara

Sumber :

Saat ini muncul keprihatinan atas meningkatnya jumlah utang Indonesia. Jumlah utang negara yang mencapai Rp 3.672 Trilyun per 31 mei 2017 memang memicu kekhawatiran publik. Apalagi jumlah itu naik lebih dari Rp 1000 Trilyun dalam 3 tahun terakhir.

Sayangnya umumnya keprihatinan itu hanya terpaku pada angka utang negeri ini.

Padahal apabila ditilik dari ketentuan UU keuangan negara tidak ada masalah atas jumlah utang tersebut.
Tidak ada UU yang dilanggar.
Jumlah sebesar itu “hanya” 28 % dari PDB Indonesia, padahal batas utang yang diperkenankan menurut UU Keuangan negara adalah sebesar 60 % dari PDB.

Mengukur besarnya rasio utang terhadap PDB memang umun digunakan. Namun tidak ada standar yang baku mengenai berapa batas aman utang suatu negara.

Bank dunia punya batasan aman utang sebuah negara sebesar 21%-49 % dari GDP.

IMF merekomendasikan batas aman 26 % – 58 % dari PDB.

Sementara Uni Eropa memberi batasan aman utang negara dianggap aman sampai sebesar 60 % PDB.

Mengkritik pemerintah soal jumlah utang sebenarnya kurang tepat. Diukur menggunakan standar apapun jumlah utang Indonesia masih berada dilevel aman jika ukuran yang digunakan adalah rasio utang dibandingkan PDB ( debt to GDP ratio). Menggunakan standar IMF masih masuk, menggunakan standar Bank Dunia juga masih oke, apalagi menggunakan standar uni eropa yg diadopsi oleh UU KN pasti kondisinya bagus.

Lalu apakah berarti jumlah utang yang begitu besar itu bukan masalah ?

Itulah yang disebut gagal fokus.

Sebagian besar pihak hanya berfokus pada angka besaran utang, padahal ada hal lain berkaitan dengan utang negara ini yang lebih layak dikhawatirkan.

Argumen yang disampaikan saat berbagai pihak mengkhawatirkan utang Indonesia adalah “tidak masalah berutang, asal digunakan untuk hal-hal yang produktif”
Semua pihak mungkin sepakat dengan pernyatan ini.

Pertanyaannya adalah, benarkah utang Indonesia digunakan untuk hal2 yang produktif?

Ada sebuah fakta yang mengkhawatirkan sebenarnya soal penggunaan utang negeri ini. Sejak tahun 2012 keseimbangan primer Indonesia mengalami defisit. Hal ini berlangsung sampai sekarang.
keseimbangan primer adalah selisih antara penerimaan negara dikurangi dengan belanja negara tanpa memperhitungkan beban pembayaran bunga utang.
Apabila terjadi defisit, maka itu menunjukkan bahwa pemerintah “terpaksa” membayar bunga utang dengan utang baru karena pendapatan negara tidak bisa menutup belanja.

Dengan kondisi keseimbangan primer yang mengalami defisit, argumen bahwa utang negara telah digunakan untuk hal yang produktif menjadi diragukan.

Hal lain yang lebih layak dikhawatirkan lagi adalah besarnya beban bunga yang harus dibayar oleh pemerintah atas utang2 tadi.
Tahun 2015 pemerintah harus merogoh kocek Rp 156Trilyun hanya untuk membayar beban bunga utang.
Jumlahnya meningkat menjadi Rp 180 trilyun ditahun 2016 dan pada tahun 2017 dalam APBN sudah dianggarkan Rp 221 Trilyun.

Jumlah tersebut adalah dua kali anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk bidang kesehatan yang mencapai Rp 106 Trilyun.
Artinya bila tidak memiliki utang Pemerintah bisa menggunakan dana itu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Jumlah utang Indonesia mungkin masih masuk level aman. Namun fakta bahwa sudah 5 tahun keseimbangan primer defisit, beban bunga yang begitu besar menunjukkan bahwa utang negara ini sudah mencapai taraf mengganggu.

Diperlukan langkah drastis untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah pemerintah perlu mempertimbangkan melakukan diet utang.

By Widi Pramono
02082017

Gambar: Liputan6

Leave a Reply

2 thoughts on “Gagal Fokus Utang Negara

  • Pamadib
    03/08/2017 at 11:41
    Permalink

    Utang rapo2 sg penting produktif iso nyetori..timbgn bor ngarep arep warisan…..!
    Lha nek warisane utang malh kojor to….

    Reply
  • 10/08/2017 at 21:19
    Permalink

    Absolutely NEW update of SEO/SMM package “XRumer 16.0 + XEvil”:
    captcha solving of Google, Facebook, Bing, Hotmail, SolveMedia, Yandex,
    and more than 8400 another types of captchas,
    with highest precision (80..100%) and highest speed (100 img per second).
    You can connect XEvil 3.0 to all most popular SEO/SMM software: XRumer, GSA SER, ZennoPoster, Srapebox, Senuke, and more than 100 of other programms.

    Interested? There are a lot of introducing videos about XEvil in YouTube.
    You read it – then IT WORKS!
    See you later 😉

    XRumer201708c

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *